Memiliki seorang anak untuk pertama kalinya merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Tidak hanya karena hidup jadi lebih berwarna, tetapi juga banyak hal baru yang saya alami. Selama proses merawat bayi banyak pelajaran yang saya dapatkan seperti cara menghadapi bayi sering muntah .

Awalnya, saya pikir muntah pada bayi disebabkan oleh sakit, kembung atau lainnya sehingga ada perasaan takut, cemas dan khawatir setiap kali mendapati bayi muntah secara tiba-tiba usai menyusu. Setelah mencoba bertanya dan mencari informasi, ternyata hal ini justru lumrah terjadi pada bayi usia 0-3 bulan bahkan sampai usia 1 tahun, namun intensitasnya akan berkurang seiring bertambahnya usia. Meski muntah pada bayi yang juga biasa disebut dengan gumoh merupakan hal yang wajar, namun dalam menghadapinya tentu perlu hati-hati. Untuk itu saya akan membagikan info tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menghadapi bayi gumoh.

1.       Tegakkan Tubuh Bayi

Gendong Bayi

Pada bayi yang baru saja dilahirkan, ia tidak dapat menegakkan tubuhnya sendiri karena geraknya masih sangat terbatas. Hingga usia 3 bulan, bayi umumnya hanya bisa berbaring. Oleh karena itu, tugas ibu untuk membantunya menegakkan tubuh sejenak usai menyusu guna menurunkan air susu hingga mencapai lambung. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi terjadinya gumoh. Cara menggendong bayi  agar ia tidak muntah setelah menyusu yaitu pegang tubuh bayi menggunakan kedua tangan, lalu angkat seperti hendak menyampirkannya ke bahu, tahan beberapa saat posisi tersebut dimana kepala bayi berada lebih tinggi dari tubuhnya. Posisi tersebut akan memudahkan air susu untuk lekas turun ke bagian lambung sehingga bayi tidak muntah. Akan lebih baik jika dapat membuat bayi bersendawa terlebih dahulu sebelum membaringkannya.

2.       Jangan Langsung Dibaringkan

Ketika ibu menyusui dalam keadaan duduk dan bayi sudah mulai kenyang. Hindari untuk langsung membaringkannya. Cobalah untuk tetap menggendongnya dan memposisikan kepala bayi lebih tinggi. Bayi yang kenyang kemudian langsung dibaringkan sebelum ASI atau susu formula yang ia minum belum sepenuhnya sampai lambung dapat memicu terjadinya gumoh.

3.       Jangan Panik!

Saat bayi muntah, kendalikan diri untuk tidak merasa cemas dan panik secara berlebihan. Hal ini hanya akan membuat anda merasa stress dan tidak fokus. Percayakan pada diri anda bahwa buah hati akan baik-baik saja.

4.       Bersihkan Muntah

Apabila gumoh terjadi dan muntahannya mengenai pakaian atau tempat tidur bayi, bersihkan segera! Pakaian yang basah atau lembab tidaklah baik untuk bayi, selain itu muntahan yang mengotori pakaian dapat memicu timbulnya bau dan bakteri.

5.       Ganti Pakaian

Jika saat bayi muntah mengenai baju yang ia kenakan sehingga menjadi basah dan kotor, segera ganti dengan pakaian yang bersih dan kering. Jangan lupa untuk melap bagian tubuh bayi yang terkena muntahan menggunakan tissue basah atau lap kain yang lembut dan bersih.

6.       Tenangkan Bayi

Usai bayi muntah, cobalah untuk menenangkannya. Peluk atau dekap bayi sambil menimangnya. Dekapan dari seorang ibu akan membuat perasaan yang nyaman dan tenang pada bayi. Jika bayi dirasa sudah mulai tenang, anda dapat menidurkannya dan meletakkannya pada tempat tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *